Menu

Mengenal Lebih Jauh Rusia, Tuan Rumah Piala Dunia 2018

0 Comment


Pada tanggal 14 Juni sampai dengan 15 Juli mendatang atau kurang lebih satu bulan lamanya, kompetisi sepak bola empat tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat dari seluruh dunia, Piala Dunia 2018 akan digelar. Rusia yang termasuk dalam EUA atau kawasan Uni Eropa didapuk menjadi tuan rumah ajang prestisius tersebut.

Proses Pemilihan Rusia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Sesuai dengan tradisi pemilihan lokasi gelaran Piala Dunia secara turun temurun, komite penanggung jawab membuka kesempatan pendaftaran kepada negara-negara yang bergabung dalam Federasi Sepak Bola Internasional untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah. Pendaftaran calon tuan rumah Piala Dunia 2018 sendiri dibuka sejak 2 Februari 2009.

Masa pendaftaraan yang memiliki tenggat waktu cukup jauh dengan waktu penyelenggaraan dimaksudkan oleh komite agar negara yang terpilih nantinya akan memiliki persiapan yang maksimal dalam pelaksanaan sehingga meminimalisir kemungkinan permasalahan teknis saat Piala Dunia berlangsung. Biasanya, negara yang terpilih akan dinilai berdasarkan kelayakan venue dan kondisi negara secara keseluruhan.

Delapan negara kemudian mengajukan diri sebagai kandidat, yakni Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Spanyol / Portugal, Belgia / Belanda, dan Indonesia. Pada awalnya Meksiko pun mengajukan diri, namun dalam waktu singkat menarik kembali pengajuan tersebut. Sedangkan untuk Indonesia sendiri ditolak atau dieliminasi oleh komite pada awal 2010 akibat kegagalan administratif.

Ketujuh negara tersisa pun mulai menjalani proses seleksi kelayakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Namun, untuk alasan internal yang tidak dibeberkan, tiga negara kemudian memilih mengundurkan diri, yakni Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. Demikian, empat negara yang masih berlaga adalah Rusia, Spayol / Portugal, Belgia / Belanda, dan Inggris.

Pada pemungutan suara akhir di Zurich bulan Desember 2010, komite memutuskan sistem voting bahwa Rusia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Keputusan ini sempat menimbulkan kontroversi karena penolakan Inggris akan hasil voting dan menganggap terjadi kecurangan atas kemenangan Rusia dan sempat menyerukan boikot pada kompetisi sepak bola dunia tersebut.

Persiapan Pihak Rusia Untuk Gelaran Piala Dunia 2018

Sebagaimana telah diketahui bahwa Rusia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar di dunia. Menilik segi kesejahteraan ekonomi, melalui hasil rekapitulasi pendapatan perkapita penduduk Rusia, dapat disimpulkan bahwa negara tersebut berada dalam kondisi sejahtera dan tentu lebih dari mampu untuk menjadi tuan rumah sebuah ajang sebesar Piala Dunia 2018.

Piala Dunia 2018 sendiri akan diikuti oleh kontingen dari 32 negara. Inggris yang semula sempat merajuk atas kegagalan dalam pemungutan suara sebagai tuan rumah, memutuskan tetap bergabung dalam kompetisi. Sedangkan Indonesia sangat disayangkan sekali langsung digugurkan akibat kisruh yang terjadi pada internal bidang sepak bola tanah air medio 2015 – 2016.

Rusia membentang di tengah antara Benua Asia dengan Eropa, sebab itu lokasinya secara teknis sangatlah strategis. Pemerintahnya telah menyiapkan 13 negara bagian sebagai lokasi gelaran dan untuk memenuhi standarisasi komite, tersedia pula enam belas stadion olahraga sebagai venue, di mana 13 di antaranya gedung baru, sedangkan 3 lainnya hasil renovasi.

Dengan tujuan mempermudah kontingen, 13 negara bagian yang dipersiapkan oleh Rusia tersebut adalah wilayah yang lebih condong ke Benua Eropa. Setiap negara yang telah masuk dalam list kontestan ditentukan minimal memiliki tiga puluh pemain, termasuk pemain inti dan cadangan. Namun kemudian, peraturan ini direvisi dengan minimal tiga puluh lima pemain.

Kontestan dari tiap negara akan mendapatkan asrama atau dorm untuk tinggal selama kompetisi Piala Dunia 2018 berlangsung. Lokasinya terpencar di berbagai titik yang selalu berdekatan dengan venue digelarnya kompetisi mulai babak penyisihan di mana negara dalam satu grup akan tinggal di daerah yang sama agar mempermudah jalannya kompetisi.

Secara berkala, perwakilan komite pun terus memeriksa setiap venue pertandingan maupun kondisi akomodasi yang disediakan untuk para kontingen. Di antara ketiga belas stadion yang telah siap digunakan beberapa bulan lagi tersebut, Stadion Luzhniki merupakan venue terbesar di mana babak penyisihan perdana dan final akan digelar.