Menu

Korea Selatan, Macan Asia Di Gelaran Piala Dunia 2018

0 Comment


Kurang dari dua bulan lagi, gelaran akbar di bidang olahraga sepak bola akan digelar, yakni Prediksi Piala Dunia 2018. Tim perwakilan dari 32 negara yang berlaga sama bersemangat dengan para penggila bola dari seluruh dunia. Salah satu negara yang akan bertanding tidak lain adalah Korea Selatan yang tergabung dalam kelompok AFC.

Sejarah Dan Perkembangan Sepak Bola Korea Selatan

Meskipun Korea Selatan lebih populer dengan demam hallyu atau hallyu wave dari industri hiburannya, namun pada bidang sepak bola sendiri, Korea Selatan telah mengukir banyak prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada gelaran Piala Dunia 2018 sendiri, Korea Selatan digadang sebagai salah satu kuda hitam yang dapat keluar menjadi pemenang.

Sejak zaman nenek moyang Korea Selatan yang masih berbentuk sebagai Kerajaan, Korea Selatan sudah memiliki sebuah cabang olahraga yang kurang lebih menyerupai sepak bola, hanya saja jenis bola yang digunakan terbuat dari rotan, bukan bola plastik seperti pada saat ini, yang disebut dengan olahraga chuk-guk.

Sepak bola modern baru dikenal dan kemudian menyebar di Korea Selatan ketika semenanjung Korea telah terbagi menjadi dua kubu, Utara dan Selatan, yakni pada tahun 1882 saat ajaran barat mulai memasuki tanah tersebut. Pada 1928, Korean Football Assosiation (KFA) akhirnya dibentuk dan olahraga sepak bola pun menjadi semakin digemari.

Pencapaian Korea Selatan Di Sejarah Piala Dunia

Pada tahun 1954, KFA secara resmi bergabung menjadi bagian AFC (Asian Football Confederation) dan mulai menunjukkan taringnya pada bidang olahraga sepak bola dengan berkali-kali menjuarai kompetisi tingkat Asia yang kemudian membuat Korea Selatan dianugerai sebagai Macan Asia atau tim nasional sepak bola tersukses dari Asia.

Pada tahun bergabungnya itu pula menjadi laga pertama Korea Selatan di gelaran Piala Dunia. Dari 10 kali penampilan di Piala Dunia hingga saat ini, hasil terbaik yang didapatkan negeri ginseng tersebut terjadi pada Piala Dunia 2002 yang digelar secara gabungan antara negara tersebut dengan negeri serumpunnya, Jepang, memenangkan posisi keempat.

Dalam momen Piala Dunia 2002 saat tim nasional mereka dilatih oleh Guus Hiddink yang berkebangsaan Belanda tersebut, Korea Selatan mencatatkan pencapaian yang sangat mencengangkan karena berhasil menggulingkan Italia, di mana hingga saat ini menjadi salah satu raksasa yang mendominasi kemenangan atas piala tertinggi bidang sepak bola tersebut.

Pemain Bintang Tersukses Asal Korea Selatan

Meskipun saat ini belum lagi menghasilkan rekor baru dalam penampilannya pada beberapa penampilannya setelah Piala Dunia 2002, faktanya Korea Selatan tetap mencetak pemain-pemain bintang melalui form tim nasional yang dibentuk dan tidak hanya membuat mereka diminati oleh klub-klub lokal, tetapi sebagian besar justru berlaga di klub luar negeri.

Park Ji Sung masih tercatat sebagai mantan skuad tim nasional Korea Selatan yang paling sukses karena tidak sekedar berlaga di klub sepak bola raksasa Manchester United, namun ia menunjukkan kapabilitasnya dengan mencetak lebih dari dua puluh gol selama tujuh tahun masa merumputnya bersama dengan klub berjulukan Setan Merah tersebut.

Ia memulai karirnya sebagai pesepak bola profesional dengan berlaga untuk tim nasional dan posisinya terus menanjak. Ia masih aktif dalam tim nasional hingga 2011 dan kemudian memutuskan berhenti untuk fokus pada karir pribadi. Klub terlama yang menaunginya adalah Manchester United dan saat ini di bawah payung Queen Park Rongers.

Pencapaian paling membanggakan seorang Park Ji Sung ketika berlaga membela tim nasional Korea Selatan adalah pada Piala Dunia 2002, ialah satu-satunya pemain yang berhasil menyarangkan gol di gawang tim nasional Portugal di mana membuat timnya sukses mengamankan posisi keempat pada gelaran tersebut. Berkat momentum krusial itu pula, ia menjadi idola.

Selain menjadi pesepak bola di klub-klub mayor internasional dan membuat rakyat Korea Selatan bangga akan sosoknya, Park Ji Sung juga cukup sering tampil di layar televisi di negeri ginseng baik sebagai model iklan maupun menghadiri acara ragam yang mana menunjukkan bahwa sosok serta popularitasnya sendiri setara dengan para selebritis hiburan.